Sejak lahir, bayi bisa dikenalkan dengan beragam mainan, yang berguna untuk merangsang panca indranya. Pilih mainan bayi yang sesuai dengan perkembangan usianya.

Mainan sangatlah bermanfaat bagi bayi. Pada bulan pertama kehidupannya, sebelum belajar meraih benda atau mengangkat badan, bayi lebih menyukai benda yang bisa dilihat dan didengarnya, meski di masa ini penglihatannya masih kabur. Penglihatannya akan berangsur-angsur membaik saat objek berada sekitar 20-35 cm dari matanya. Ia mulai “menggambar” wajah manusia dan mengenali Anda sebagai orangtua di usia satu bulan.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan orangtua agar membelikan mainan bayi dengan pola warna yang sangat konstras dan terang. Warna tersebut menarik perhatian karena memudahkan bayi untuk melihatnya.

Selain itu, bayi juga mulai belajar mengenali suara dan musik lembut. Itu sebabnya, benda yang bergerak secara perlahan dan menghasilkan suara lembut lebih menarik, ketimbang benda yang diam dan tanpa suara.

USIA 6 BULAN

Mainan bayi yang bisa dipegang.

Pandangan yang masih pendek membuatnya tertarik dengan sesuai yang Anda gerakkan di garis penglihatannya. Ia tidak dapat memegang mainan untuk sementara, tetapi akan menunjukkan pilihannya dengan memukul satu mainan yang disukainya.

Mainan Bayi Kotak musik atau pemutar kaset.

Musik merupakan salah satu cara untuk menghibur dan menenangkan bayi. Pasang beragam musik, asal tidak terlalu keras dan tersendat-sendat. Lalu lihat respon yang diberikan oleh bayi.

Mainan Bayi Mobil-mobilan.

Mainan mobil dapat menambah dimensi baru terhadap pandangan horizontal bayi. Cari yang mempunyai warna dan pola yang cukup kontras. Kebanyakan bayi senang dengan mobil yang dilengkapi musik. Agar aman, jauhkan mobil dari jangkauan bayi.

Mainan Bayi Cermin yang tak mudah pecah.

Meski ia tidak akan menyadari itu adalah dirinya saat melihat cermin, bayi akan terpesona dengan bayangannya. Saat berusia tiga bulan, ia mulai tersenyum saat melihat bayangan dari cermin yang bisa diikat atau digantung dekat dengan meja untuk mengganti pakaiannya.

Mainan Bayi Buku lembut dengan pola sangat kontras.

Buku lembut dengan pola atau dekorasi yang mudah dilihat dirancang untuk bayi. Berbaringlah di dekatnya sehingga ia bisa melihat Anda membuka dan membalik halaman saat Anda membacakannya.

Mainan Bayi dengan sensor.

Mainan lembut yang bisa berbunyi saat ditekan akan menyenangkan bayi. Saat menekan mainan tanpa sengaja juga akan membantunya menjadi waspada dengan apa yang dilakukan oleh tangannya.

Mainan berbunyi.

Pasangan mainan lembut bergemerincing pada pergelangan tangan atau kaki bayi. Atau bisa juga dengan menggunakan kaus kaki yang berbunyi. Mainan ini akan memberikan bayi hiburan. Ia juga mendapat pengalaman dengan suara-suara baru yang ia buat.

Mainan Bayi Lonceng angin.

Bayi-bayi menyukai musik lembut. Cobalah menggantungkan lonceng angin di tempat yang bisa dilihat bayi dengan mudah, sehingga ia bisa melihat lonceng bergerak dan mengeluarkan suara.

Mainan Bayi berwarna hitam, putih, dan merah.

Mainan dan alas bermain dengan warna kontras seperti ini dirancang untuk membantu anak melihat perbedaan bentuk dan pola yang merangsang perkembangan penglihatan.

USIA 9 – 12 BULAN

Saat bayi berusia 9 atau 10 bulan biasanya sudah dapat berkeliling ruang dengan merayap, merangkak, atau merembet. Saat berusia 12 bulan, banyak bayi mulai bisa berdiri dan berjalan.

Bayi mulai menggunakan benda-benda sebagai alat, mendorong bola dengan kayu, atau mengambil wortel yang ada dipiringnya dengan sendok. Ia juga lebih tertarik dalam permainan interaktirf. Contohnya, Anda bisa menggelitik bayi dan ia pun gantian menggelitik Anda. Bicara di telepon dan kemudian berikan kepadanya sehingga ia bisa menggumam lalu kembali ke Anda.

Kemampuan memecahkan masalahnya membaik dan sekarang ia akan mencoba mengambil boks bening untuk mengambil mainannya. Ia juga mulai memahami kata-kata dan mengenali nama-nama benda yang akrab dengannya.
mainan bayi dan anak
Mainan bayi yang didorong.

Mainan bayi jenis ini memberi peluang bagi balita dalam berlatih kemampuan berjalannya. Pilih mainan dorong yang berat, sehingga bayi bisa bersandar dan berputar mengelilingi ruangan tanpa mudah terjatuh. Kebanyakan bayi di usia ini masih terlalu muda untuk menarik mainan. Memang lebih baik mencari mainan yang bisa didorong tetapi perlu ada orang yang mengawasi di belakangnya saat bayi bergerak maju. Setelah pintar berjalan, selama beberapa bulan berikutnya bayi masih senang menikmati mainan yang dapat didorong atau ditarik.

Mainan Bayi Memasang bentuk balok.

Mencoba mencocokkan bentuk balok dengan tempat yang bisa dimasukkan menjadi tantangan awal latihan memecahkan masalah. Hanya kadang-kadang mainan ini membuat bayi frustasi.

Telepon mainan.

Bayi gemar meniru orangtuanya. Bila ia belum dapat banyak berkata-kata bayi akan mencoba berkomunikasi dengan memegang telepon dan memencet angka-angka. Semakin nyata bentuk telepon, akan semakin baik.

Buku.

Pada usia ini, anak-anak terutama sekali dibangkitkan minatnya oleh buku dengan membuka atau bahkan merasa tekstur buku.

Ember dan sekop.

Bila aktivitas favoritnya mengisi dan mengosongkan, belikan mainan bayi bak pasir kecil dan ajak ke taman. Ia akan sibuk dengan kegiatan mengisi baik pasirnya itu selama beberapa saat.

BACA LABEL SEBELUM MEMBELI

Meski anggaran keluarga lebih kencang di masa ini, mainan bayi mesti tetap ada dalam daftar belanja keluarga. Anak-anak target utama penonton dari iklan mainan, tetap berpengaruh atas jenis mainan yang akan dibeli. Orangtua tetap harus mempertimbangkan mainan bayi dan anak yang sesuai bagi usianya.

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), keamanan harus menjadi prioritas saat memilih mainan. “Ada banyak mainan bayi yang berhubungan dengan cedera ringan, beberapa malah bisa menimbulkan cedera parah atua bahkan fatal,” ujar Gary Smith, MD, FAAP, anggota komite AAP untuk mencegah cedera, kekerasan dan keracunan.

Bagian kecil atau yang mudah lepas dari mainan bisa membuat anak kecil tersedak. Senjata mainan bisa melepaskan objek yang dapat menyebabkan cedera mata, dan yang lainnya mengeluarkan suara keras yang bisa merusak pendengaran. Mainan yang bisa dikendarai dapat mengantarkan anak ke jalan, kolam renang atau kolam ikan. Di antara bahaya ini yang biasa terjadi, anak-anak bisa tersengat oleh mainan listrik, teracun oleh mainan beracun atau memar karena terpukul mainan.

Untuk mencegah terjadinya cedera, AAP memberi saran aman saat berbelanja mainan bagi bayi /anak:

> Baca label peringatan guna melihat apakah mainan sesuai dengan usia dan apakah pengawasan orang dewasa diperlukan. Pastikan untuk menunjukkan kepada anak bagaimana menggunakan mainan itu dengan benar.

> Anak-anak usia di bawah 3 tahun dapat tersedak bagian kecil yang terdapat pada mainan atau bola dengan diameter kurang dari 3 cm. Jadi, pilihlah mainan berbentuk bola atau benda kecil yang berdiameter lebih dari 3 cm.

> Hindari mainan bayi yang bisa melentingkan benda kecil ke udara atau membuat suara keras / nyaring.

> Konstruksi mainan bayi haruslah kuat atau kokoh.

> Waspadai bentuk dengan bagian ujung yang tajam.

> Hindari benda beracun. Carilah perangkat melukis seperti krayon yang nontoksik.

> Waspadai pula bateri kecil yang menggerakkan mainan karena bisa membuat bayi tersedak.

> Hati-hati saat membeli mainan untuk boks bayi. Tali hendaknya pendek, sehingga tidak membuat anak terbelit.

> Simpan mainan bayi dan anak dalam kotak yang aman dengan menggunakan penutup dan memiliki lubang ventilasi.

Komentar Seputar Seputar Mainan Bayi dan Anak

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Kesehatan Lainnya:close