Begitu populernya kedondong, sampai sering digunakan dalam berpantun. Buahnya banyak mengandung zat gizi. Daunnya, yang biasa digunakan sebagai lalap, kaya karbohidrat, protein, kalsium, serta vitamin A dan C. manfaat kedondong lainnya adalah daunnya dapat digunakan sebagai obat borok, kulit perih, dan luka bakar.

Jika Anda menyukai asinan buah atau rujak buah, dapat dipastikan akan bertemu dengan irisan buah kedondong. Tanpa kehadiran kedondong, penampilan dan cita rasa kedua jenis makanan tersebut menjadi kurang gereget. Selain untuk asian dan rujak, kedondong juga dapat diolah menjadi acar, jus, manisan, jeli, selai, dodol, sirop dan lain-lain.

Kedondong (Spondias dulcis Forst) merupakan tanaman yang berasal dari Asia Tenggara dan Asia Selatan. Selanjutnya tanaman tersebut menyebar ke berbagai negara tropis. Dalam bahasa Inggris, kedondong sering disebut sebagai ambarella, otaheite apple, Tahitian quince, great hog plum, Polynesian plum, jew plum, atau golden plum.

Sebutan lain kedondong di berbagai negara adalah kedondong (Malaysia), hevi (Filipina), gway (Myanmar), ma kok farang (Thailand), mokak (Kamboja), kook kvaan (Laos), coc/pomme cythere (Vietnam), juplon (Costa Rica), hobo de racimos (Kolombia), jobo de la India/jobo de Indio/mango jobo (Venezuela), manzana de oro (Ekuador), caja-manga (Brasil).manfaat buah kedondong

Manis dan Asam

Tanaman kedondong berbentuk pohon berbatang lurus dan besar. Varietas kerdil memiliki tinggi hingga 2 meter, sedangkan varietas tinggi dapat mencapai 25 meter dengan garis tengah batang 30-40 cm. kedondong umumnya berbunga pada bulan Juni-Agustus dan buahnya masak pada bulan januari-april.

Pohon kedondong menghendaki suhu hanya sekitar 300C, kelembaban udara sekitar 14 persen dan memerlukan banyak cahaya. Pohon yang ternaungi akan menghasilkan buah sedikit atau tidak dapat berbuah sama sekali.

Tanaman kedondong tumbuh baik pada dataran rendah yang kering, hingga ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Curah hujan yang dibutuhkan antara 1.000-1.500 mm per tahun. Ciri khas pohon kedondong adalah daunnya rontok pada musim kemarau dan segera bersemi lagi pada musim hujan.

Tanaman kedondong dapat berbuah setelah berumur tiga tahun sejak ditanam. Buah muda kulitnya berwarna hijau pekat. Ciri buah siap panen adalah buah berukuran maksimal, padat, serta kulitnya berwarna hijau kekuningan. Buah umumnya matang setelah 6-8 bulan sejak bunga mekar.

Pemanenan dilakukan secara bertahap dengan memetik buah yang matan, sedangkan buah yang belum matang dan masih kecil tidak dipetik. Dengan cara ini, buah yang belum matang dan masih kecil akan bertambah besar. Pemanenan dapat dilakukan pada bulan januari-april karena pembungaan biasanya berlangsung pada bulan juli-agustus.

Daging buahnya berasa manis, sedikit asam, tekstur renyah dan mengandung cukup cairan. Secara sepintas, aroma buah kedondong mirip buah nanas, yaitu kombinasi antara asam dan manis. Jika sudah masak dan lunak, aromanya menjadi berkurang dan kulitnya sulit dikupas.

Buah mengandung asam organic yang cukup banyak, sehingga rasanya agak asam. Kadar sukrosa pada buah matang mencapai 8-10,5 g/10g, sehingga rasanya menjadi manis.

Varietas Unggulan

Buah kedondong yang disukai adalah yang rasanya manis, daging buahnya tebal dan renyah, serta bijinya kecil dan tidak mengandung banyak serat. Jenis kedondong yang digunggulkan adalah kedondong karimunjawa, kedondong Bangkok, dan kedondong kendeng.

Kedondong karimunjawa pertama kali ditemukan di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa tengah. Keistimewaan kedondong jenis ini adalah ukuran buahnya yang sangat besar, sehingga sering dijuluki sebagai keodndong raksasa atau kedondong super. Buahnya menempel pada malai buah, dengan jumlah antara 2-4 buah per malai. Bentuk buahnya lonjong dengan berat antara 0,7-1 kg per buah.

Pada saat matang, buah kulit kedondong karimunjawa berwarna hijau bersemu kuning dan mudah dikupas. Daging buah kekuningan dengan rasa manis sekali asam dan gurih.

Tekstur daging buahnya renyah, sehingga kalau digigit akan menimbulkan bunyi yang memberikan sensasi kenikmatan tersendiri. Bijinya sangat kecil dengan serat-serat yang kaku dan pendek.

Kedondong kendeng memiliki penampakan seperti kedondong biasa, yaitu berukuran kecil dengan bobot 250-500 g. Tebal daging buahnya mencapai 2-3 cm.

Keistimewaannya terletak pada rasanya yang manis dan teksturnya yang renyah. Bijinya kecil dan sedikit berserat. Bila sudah matang, kulitnya yang berwarna hijau kekuningan menjadi sulit dikupas.asinan kedondong

Sebagai Lalap dan Obat

Daun kedondong merupakan daun majemuk bersirip dengan 4-12 pasang anak daun, berwarna hijau muda hingga hijau tua. Anak daun panjangnya antara 5,5-13 cm dan lebarnya antara 1,6-5 cm. seperti halnya daun-daunan hijau lain, daun kedondong juga dapat digunakan sebagai bahan sayuran.

Di beberapa daerah, daun kedondong muda dapat dikukus atau direbus dan digunakan sebagai lalapan dicampur dengan sambal. Rasanya enak dan lezat, apalagi jika dimakan bersama nasi yang masih hangat. Manfaat kedondong lainnya juga dapat digunakan sebagai obat borok, kulit perih dan luka bakar.

Kandungan zat gizi kedondong yang menonjol per 100 gram daun adalah 540 mg kalsium, 82 mg fosfor, 6,2 mg besi, 2900 IU vitamin A, dan 29 mg vitamin C.

Bermanfaat Untuk Kesehatan Pencernaan

Zat gizi yang cukup menonjol pada buah kedondong adalah vitamin C yang mencapai sekitar 30-50 mg per 100 gram daging buah, selain kalsiuam, fosfor, besi dan vitamin A dalam jumlah cukup banyak. Kandungan serat pangan (dietari fiber) pada buah kedondong 0,85-3,60 g/100 g, sehingga sangat bermanfaat untuk pemeliharana kesehatan saluran pencernaan.

Manfaat kedondong  lainnya adalah buahnya yang sangat cocok untuk diolah menjadi manisan. Ada dua jenis manisan buah, yaitu manisan basah dan manisan kering. Buah kedondong umumnya diolah menjadi manisan basah, seperti yang sering dijual di daerah Bogor dan Cianjur. Manisan buah yang dijual di cianjur umumnya berasal dari bogor, khususnya dari daerah Darmaga.

Semua jenis kedondong buahnya dapat diolah menjadi manisan. Persyaratan utama, buah tersebut harus sudah dalam keadaan mengkal, sehingga rasanya agak manis tetapi teksturnya masih keras. Buah yang sudah teralu masak, tidak cocok untuk diolah menjadi manisan karena teksturnya lunak dan berari. (dari berbagai sumber).

Satu Komentar

  1. 8-23-2012

    banyak juga manfaatnya baru tahu.
    terima kasih atas infonya.

Komentar Seputar Segudang Manfaat Kedondong

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Artikel Kesehatan Lainnya:close