Bila di awal kemunculannya, penyebab HIV AIDS diyakini hanya dari hubungan seksual, baik hubungan seksual secara normal maupun yang anal dan oral. Hal ini karena cairan vagina dan air mani juga mengandung virus penyebab penyakit HIV AIDS. Tapi, kini semakin terkuaklah kenyataan bahwa penyebab HIV AIDS juga bisa dikarenakan transfusi darah, jarum suntik, lewat pemberian ASI. Bahkan, adanya kemungkinan masuknya darah atau cairan tubuh lainnya yang mengandung virus HIV AIDS ke bagian tubuh orang sehat yang terluka. Kemungkinan ini bisa saja terjadi terutama bagi paramedis yang merawat penderita HIV AIDS.

Alkisah Penyebab Penyakit HIV AIDS
Seperti ebola, suatu virus yang mungkin paling mematikan di seluruh jagad raya ini, virus HIV juga ditenggarai berasal dari monyet. Entah mengapa ada orang yang suka makan daging monyet. Dari proses penyembelihan dan memasak daging monyet itulah diperkirakan bahwa virus yang hidup di tubuh sang monyet, menular kepada manusia. Selanjutnya, berkembanglah virus yang menjadi penyebab HIV AIDS.
penyebab HIV AIDS
Pada dasarnya, manusia yang terlahir penuh nafsu hewani telah membuat penularan penyebab HIV AIDS semakin menyeruak, terutama yang terjadi akibat kontak dalam hubungan seksual. Tapi, ebola memang sangat buas. Belum ada laporan penderita yang terkena virus ebola dapat bertahan hidup lama. Dalam waktu 6 hari saja, penderita akan mati. Pendarahan, diare, sesak nafas adalah serangan terdahsyat yang membuat penderita tak berdaya.

Mengapa Tetap Dekat-dekat dengan Penyebab Penyakit HIV AIDS?
Jalur penularan utama dari penyebab HIV AIDS adalah hubungan seksual yang tidak sehat serta dilakukan dengan pasangan yang berganti-ganti. Mengapa seks bebas ini masih saja merajai kehidupan manusia?

Kenikmatan sesaat dan ketagihan yang dirasakan oleh para pemuja hubungan seks bebas ini menjadi faktor pencetus untuk selalu berpetualang dari satu pelukan kenikmatan ke pelukan kenikmatan lainnya. Berbagai pola dan teknik dicoba hanya untuk mencari sensasi lain dalam menikmati hidup yang hanya sekali. Tidak jarang alkohol dan obat-obatan menjadi pendorong sebelum berpesta seks. Pada saat otak tidak berfungsi dengan normal itulah, tanpa disadari menjadi jalur penyebab HIV AIDS.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika otak sudah terpacu melakukan hal-hal di luar nalar, maka akibat fatal yang bisa merusak diri juga tidak lagi terpikirkan. Buktinya adalah bahwa tidak sedikit penderita HIV AIDS yang tidak tahu dari siapa dia tertular virus penyebab HIV AIDS tersebut. Kalau seorang istri, mungkin meyakini suamilah yang menularinya. Tapi suaminya yang suka ‘jajan’? Apakah dia tahu dari siapa virus tersebut berasal?

Faktor yang Memperparah Penyebab Penyakit HIV AIDS
Bahwa virus HIV memberikan efek yang berbeda-beda pada setiap penderitanya, benar adanya. Tapi, kalau pola hidup tidak dijaga, virus HIV akan dengan cepat menjadi AIDS. Salah satu faktor yang memperparah penyebab HIV AIDS ini adalah penggunaan alkohol dan narkoba.

Bagi para pecandu kedua fasilitas yang sangat memabukkan itu, hidup mereka serasa telah usai. Bagi mereka, setiap hari hanyalah waktu yang sangat panjang untuk menyambung hidup. Mereka kadang tidak peduli kalau apa yang mereka lakukan akan menjadi penyebab HIV AIDS.

Saling berbagi jarum suntik sebagai bentuk setia kawan pun mereka lakukan. Tidak ada rasa takut sedikitpun bahwa jarum suntik itu akan menularkan virus, mulai dari penyakit hepatitis A atau penyakit hepatitis B hingga virus penyebab penyakit HIV AIDS.

Pembuatan tatoo yang menjadi gaya hidup baru pun mulai marak. Rasa sakit perih pada saat pembuatan tatoo itu seolah tak dihiraukan. Pengetahuan yang kurang mungkin telah membuat para penggemar tatoo tidak sadar bahwa alat suntik yang tidak steril bisa berakibat fatal dan bahkan menjadi penyebab HIV AIDS (selain penularan penyakit hepatitis B).

Sebelum semuanya terlambat, berilah anak-anak penerus generasi pengetahuan yang memadai tentang penyebab HIV AIDS. Tidak ada kata terlalu muda untuk tahu jalur-jalur penularan dan penyebab HIV AIDS.

Komentar Seputar Penyebab Penyakit HIV AIDS

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Artikel Kesehatan Lainnya:close