Hepatitis dapat berlangsung singkat (akut) atau berkembang menjadi parah dan menahun (kronis). Sedangkan tingkat keparahan hepatitis bervariasi, mulai dari kondisi mengancam jiwa, menjadi penyakit menahun, sampai kondisi kegagalan fungsi hati (organ hati tidak berfungsi lagi).

Hepatitis akut, menggambarkan suatu infeksi yang baru terjadi pada liver yang sebelumnya sehat. Serangannya terjadi tiba-tiba tanpa gejala awal atau bertahap. Berlangsung 1-2 bulan, dan kerusakan jaringan hati yang terjadi biasanya kecil saja. Namun jika daya tahan tubuh pasien terlalu rendah, maka serangan hepatitis akut bisa mengancam jiwa.

Hasil Laboratorium  NY. Sri Astuti (Mantan Pasien Hepatitis B) Sebelum berobat

Hasil Laboratorium NY. Sri Astuti (Mantan Pasien Hepatitis B) Sebelum berobat

Hepatitis kronis, terjadi jika gangguan pada hati sudah berlangsung lama dan terus-menerus. Sebagian hati yang terserang menjadi tidak aktif dan terjadi sirosis dan atau kanker hati. Kedua komplikasi ini sering kali berakhir dengan kematian. Tidak ada gejala dan tanda yang khas, sehingga penderita tidak menyadari bahwa dirinya mengidap hepatitis. Hepatitis, hanya dapat dideteksi melalui tes laboratorium.

Penyebab hepatitis dibagi menjadi infeksi dan noninfeksi. Infeksi virus merupakan penyebab paling lazim pada hepatitis.

Ada beberapa jenis virus yang menjadi penyebab hepatitis, yaitu virus hepatitis A, virus hepatitis B, virus hepatitis C, virus hepatitis D, virus hepatitis E dan virus hepatitis G. Yang paling ganas dan ditakuti para professional medis adalah virus hepatitis C. Virus-virus hepatitis A, B, C, D dan E secara bersama-sama bertanggung jawab terhadap lebih dari 98% kasus hepatitis.

Berikut ini beberapa penyebab hepatitis yang lain bukan disebabkan infeksi:

1. Bahan kimia;
- Racun
- Cendawan beracun (Amanita Phalloides)
- Kloroform, zat ini dulu pernah digunakan secara luas sebagai obat bius. Belakangan diketahui kloroform berpotensi merusak hati ( penyebab hepatitis) dan memengaruhi jantung. Kini kloroform hanya digunakan sebagai pengawet dalam dosis kecil.
- Kecanduan minuman beralkohol
- Obat-obatan tertentu yang merupakan racun bagi liver.

Hasil Laboratorium  NY. Sri Astuti (Mantan Pasien Hepatitis B) setelah berobat

Hasil Laboratorium NY. Sri Astuti (Mantan Pasien Hepatitis B) setelah berobat

2. Malnutrisi
- Berkurangnya pasokan darah juga berpotensi hepatitis:
- Shock, suatu kondisi yang disebabkan teknan darah rendah. Ini berpotensi memengaruhi pasokan darah ke organ-organ tubuh termasuk organ hati.
- Gagal hati yang parah.
- Trauma atau luka.

3. Bawaan
- Kelainan-kelainan bawaan sejak lahir.
- Kelainan-kelainan hati yang ditemukan pada kelahiran.
- Autoimun, yaitu sistem imun tubuh menyerang liver.

Komentar Seputar Penyebab Hepatitis

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Artikel Kesehatan Lainnya:close