Ada beberapa penyakit-penyakit yang di akibatkan oleh gigitan nyamuk, di bawah ini adalah contoh beberapa penyakit akibat serangan nyamuk-nyamuk nakal.

DBD (Demam Berdarah Dengue)
Kejadian malaria dan DBD (demam berdarah dengue) sama banyaknya, tetapi nyamuk pembawa berbeda spesiesnya. Aedes aegypti berperan menyebarkan virus dengue. Nyamuk Aedes aegypti menjadi kendaraan bagi virus tersebut.

Aedes aegypti memiliki ciri khas belang hitam putih dan tubuh datar, sedangkan Anopheles sp bungkuk dan lebih sangar. Virus dengue masuk ke tubuh melalui ludah nyamuk betina saat mengigit. Virus dengue berkembang dalam usus nyamuk dan masuk ke saluran ludahnya, lalu berbiak dalam kelenjar ludah nyamuk, siap masuk ke darah manusia lagi.

Masa inkubasi, sejak virus masuk ke dalam tubuh, berkembang jadi jahat hingga menimbulkan reaksi demam memerlukan waktu 3-7 hari. Ada juga yang sampai 14 hari.

Setelah seseorang digigit oleh nyamuk Aedes yang membawa virus dengue, virus berkembang di tubuh manusia, lalu masuk ke sel darah putih dan kelenjar limfa dan akhirnya ke dalam peredaran darah. Timbullah penyakit demam dengue atau demam berdarah dengue (DBD).
Dikatakan DBD bila terdapat pada pembuluh darah yang bocor dan membuat cairan merembes keluar. Pada akhirnya membuat darah menjadi kental akibat yang tersisa hanyalah butir-butir darah merah. Kondisi paling bahaya, yaitu syok, atau dengue shock syndrome. Bila sudah masuk kondisi ini, agak sulit diatasi.

Gejala utama infeksi virus dengue adalah demam tinggi atau mendadak tinggi selama tiga hari. Demam mulai turun di hari keempat hingga kelima, dan akan naik kembali di hari keenam dan ketujuh. Namun, sebenarnya pada saat suhu tubuh turun, pasien memasuki masa kritis atau fase gawat karena bisa mengalami syok.

Terlebih bila anak selalu tidur, lemas dan tidak mau makan. Orangtua perlu hati-hati bila pada hari keempat ini suhu tubuh anak mulai mereda. Jangan sampai kecolongan karena merasa kondisi anak sudah membaik.

Malaria
Penyakit malaria adalah penyakit menular yang dapat ditularkan oleh nyamuk bernama Anopheles. Nyamuk ini membawa parasit plasmodium dan menggigit orang sekaligus menyebarkannya melalui peredaran darah. Malaria merupakan penyakit berbahaya yang dapat menyebabkan kematian.

Nyamuk yang menyebarkan parasit ini yaitu nyamuk betina yang sebelumnya sudah terinfeksi oleh plasmodium. Selain melalui nyamuk, penyakit malaria juga dapat menyebar melalui beberapa hal seperti transfusi darah, transplantasi organ, jarum suntuk yang sudah terkontaminasi. Ibu hamil juga dapat menularkan penyakit ini kepada bayinya.Penyakit Akibat Nyamuk

Gejala malaria dapat dibagi menjadi 2 bagian ditinjau dari berat-ringannya. Gejalanya yaitu sebagai berikut.

A. Gejala Penyakit Malaria Ringan (Malaria tanpa Komplikasi)
Pada penderita penyakit malaria, umumnya mengalami demam dan menggigil, sakit kepala, mual-mual, muntah, diare, terasa nyeri pada otot, pegal-pegal. Pada gejala malaria ringan, dapat dibagi menjadi 3 stadium yaitu sebagai berikut.

1. Stadium dingin
Pada stadium dingin penderita merasakan dingin dan menggigil yang luarbiasa, denyut nadi terasa semakin cepat namun lemah, bibir dan jari terlihat kebiruan, kulit kering, muntah-muntah yang terjadi kurang lebih 15 menit hingga 1 jam.

2. Stadium demam
Pada stadium ini penderita merasakan panas, muka merah, kulit kering, muntah dan kepala rasanya sangat sakit. Suhu tubuh biasanya mencapai 40 derajat celcius atau lebih. Kadang penderita mengalami kejang-kejang. Gejala ini berlangsung biasanya 2 hingga 4 jam lebih.

3. Stadium berkeringat
Stadium berkeringat yaitu pengidap penyakit malaria ini selalu berkeringat, suhu tubuh dibawah rata-rata sehingga menyebabkan suhu tubuh menjadi dingin. Karena sering berkeringat, biasanya sering merasakan haus dan kondisi tubuh sangat lemah.

B. Gejala Penyakit Malaria Berat (Malaria dengan Komplikasi)
Penderita yang masuk dalam criteria ini biasanya sangat lemah sekali. Malaria berat dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan laboratorium sendian darah tepi dan penderita juga memiliki komplikasi sebagai berikut ini.

  • Tidak sadarkan diri kadang hingga koma
  • Sering mengigau
  • Bicara yang salah-salah (tidak terkontrol)
  • Kejang-kejang
  • Suhu tubuh sangat tinggi
  • Dehidrasi
  • Nafas cepat, sesak nafas

Chikungunya
Demam chikungunya disebabkan virus yang disebarkan melalui gigitan nyamuk. Nyamuk pembawaanya sama dengan demam dengue, yaitu Aedes aegypti.

Demam ini bisa bertahan 5-7 hari dan kerap menyebabkan keparahan. Kadang disertai nyeri hebat yang berlansung lama, seperti sakit otot, sendi, tulang, dan membuat penderita tak bisa berjalan. Meski demikian, kondisi ini jarang mengancam jiwa.

Belum ada vaksin bagi virus ini. Tindakan pencegahan yang bisa dilakukan, yakni menghindari gigitan nyamuk yang biasanya terjadi di siang hari dan mengenyahkan tempat nyamuk bisa berkembang biak, seperti tempat penyimpanan air, mangkuk minum hewan piaraan, ban bekas dan lain-lain.

Filariasis
Infeksi parasit ini sering disebut penyakit kaki gajah. Disebarkan ke manusia melalui gigitan nyamuk dan berkembang dalam pembuluh limpatik yang menyebabkan kerusakan parah dan pembengkakan yang berujung pada kecacatan.

Seminggu setelah digigit nyamuk, akan timbul bengkak kecil. Pada kondisi ini, penderita masih bisa diobati. Sayangnya, masih banyak yang mengira itu hanya bengkak biasa.

Pada tahap akhir, akan terjadi pembengkakan di kaki dan organ genital. Infeksi ini bisa diobati, tetapi kondisi kronis sulit disembuhkan dengan obat antifilarial dan memerlukan teknik lain, seperti pembedahan.

Komentar Seputar Penyakit Akibat Si Nyamuk

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Kesehatan Lainnya:close