Apakah penyakit herpes simplex dapat disembuhkan? IGg HSV-2 saya bisakah menjadi negatif? Sudah 5 tahun IGg HSV 2 saya tidak pernah turun, bisakah menjadi negatif? Pertanyaan-pertanyaan ini lah yang sering di ajukan oleh para pasien kepada pengobatan kami. Terkadang, karena begitu seringnya pertanyaan ini yang disampaikan kepada kami, akhirnya kami pun memilih untuk menjawab pertanyaan tersebut tidak dengan penjelasan, akan tetapi dengan memperlihatkan bukti hasil laboratorium mantan-mantan pasien kami.

Begitu pun pada kesempatan kali ini, sebelum kami menjelaskan apa itu herpes simplex dan bagaimana metode pengobatan penyakit herpes simplex yang dilakukan oleh Balai Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin hingga virus herpes simplex yang bersarang di tubuh pasien bisa menjadi negatif, kami akan memperlihatkan terlebih dahulu bukti-bukti berupa hasil laboratorium mantan-mantan pasien penyakit herpes simplex kami yang kini dapat menikmati hidup seperti sedia kala tanpa virus herpes simplex di tubuhnya, diantaranya:

 I. Saudara M, 24 tahun – Mantan Pasien Herpes Genitalis (HSV2).

Bukti hasil laboratorium pasien terbaru penyakit herpes genitalis yang di akibatkan oleh herpes simpleks virus tipe 2 (HSV2). Saudara ‘M’ mengidap penyakit herpes genitalis dengan penanda HSV2 IgM reaktif dan mengalami gejala bintil-bintil merah di sekitar daerah genital (kemaluannya) yang terasa panas dan gatal. Alhamdulillah, dengan seizin Allah SWT, setelah mengkonsumsi 4 paket atau kurang lebih 2 bulan obat herpes genitalis pengobatan Ny. Djamilah Najmuddin, berdasarkan  hasil laboratorium, saudara ‘M’ dinyatakan Non Rekatif! Berikut hasil laboratorium saudara ‘M’ sebelum dan sesudah pengobatan.

Hasil laboratorium sebelum berobat (tanggal: 03-02-2012) Saudara ‘M’ dinyatakan reaktif dengan rasio Anti-HSV2 IgM sebesar 1,23. Untuk menjadi non reaktif Rasio IgM harus kurang dari 0,8 (< 0,8).

hasil lab mantan pasien HSV2 sebelum berobat

hasil lab mantan pasien HSV2 sebelum berobat

Dibawah ini bukti hasil laboratorium Saudara ‘M’ setelah berobat ke pengobatan Ny.Djamilah Najmuddin (tanggal: 26-05-2012) menyatakan bahwa rasio anti-HSV2 IgM sebesar 0,70 yang berarti telah Non Reaktif! Gejala herpes genitalis pada tubuh saudara ‘M’ pun telah hilang.

hasil laboratorium mantan pasien HSV2 sesudah berobat

hasil laboratorium mantan pasien HSV2 sesudah berobat

 

II. TN. YU 27 Tahun. Mantan Pasien Herpes Genitalis (HSV 2).

Bukti hasil laboratorium mantan pasien HSV2 terbaru, yang mengijinkan kepada kami untuk dapat di tampilkan di website tercinta ini. TN Yu, umur 27 tahun memiliki keluhan terpapar infeksi virus herves simplex tipe 2 (HSV 2), di sekitar alat genitalisnya mengalami ruam dan bintil kemerah-merahan yang sangat gatal dan perih. Beliau sudah berobat ke berbagai pengobatan, baik medis maupun tradisional atau herbal, akan tetapi secara laboratorium perkembangan virus herpes yang di derita TN Yu bukan membaik malah semakin ‘menghebat’.  Alhamdulillah, dengan seijin Allah SWT, ketika beliau memutuskan untuk berobat ke Balai Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin, hanya dengan satu paket pengobatan, gejala penyakit herpes genitalis yang di deritanya berangsur pulih dan secara laboratorium beliau dinyatakan NEGATIF atau terbebas dari infeksi virus herves simplex tipe 2 baik secara IGg dan IgM. Berikut hasil laboratorium TN Yu.

Hasil laboratorium TN Yu sebelum berobat (tanggal 09-07-2012) menyatakan bahwa HSV 2 IgG sebesar 2,62 dan HSV2 IgM sebesar 1,90.

hasil laboratorium mantan pasien HSV 2 (TN Yu) sebelum berobat

hasil laboratorium mantan pasien HSV 2 (TN Yu) sebelum berobat

Di bawah ini adalah hasil laboratorium TN Yu setelah berobat (tanggal 08-08-2012) menyatakan bahwa HSV 2  yang di derita TN Yu NEGATIF! Dengan indeks IgG sebesar 0,73 dan HSV2 IgM sebesar 0,54.

Hasil Laboratorium mantan pasein HSV 2 (TN Yu) sesudah mengkonsumsi satu paket obat tradisional HSV 2

Hasil Laboratorium mantan pasein HSV 2 (TN Yu) setelah mengkonsumsi satu paket obat tradisional HSV 2

Apa Itu Herpes Simplex?

Penyakit Herpes simplex adalah penyakit yang disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV). Penyakit ini lebih sering menjangkiti daerah mulut, kulit, dan alat kelamin. Penyakit herpes simplex menyebabkan kulit melepuh dan terasa sakit pada otot di sekitar daerah yang terjangkit. Awal mula terjangkitnya penyakit herpes, biasanya terasa gatal-gatal dan kesemutan/perasaan geli pada daerah daerah yang terjangkit. Kemudian timbul ruam merah pada kulit dan akhirnya timbul lesi bulat yang berisi cairan. Seiring berjalannya waktu, lesi ini kemudian pecah yang menimbulkan rasa sakit dan perih.

Virus yang menyebabkan herpes simplex dapat menyebar ke orang lain melalui kontak langsung kulit dengan lesi (berpelukan, berciuman, hubungan seksual, dll). Virus herpes simplex ada 2 jenis yaitu tipe 1 (HSV I) yang biasa menyebabkan herpes pada daerah mulut dan tipe 2 (HSV II) yang biasa menyebabkan herpes pada daerah genital.Tetapi virus herpes tipe 1 ini juga dapat menyebabkan infeksi didaerah genital, begitu juga sebaliknya. Perpindahan virus dari mulut ke alat kelamin dan juga sebaliknya biasanya disebabkan karena perilaku seks yang memakai gaya oral seks, sehingga virus bisa berpindah tempat.

Ketakukan masyarakat akan penyakit menular seksual (PMS), yang dihubungkan dengan kesadaran akan bahaya terhadap HIV, ternyata tidak mampu menurunkan insidens infeksi HSV-2 (herpes simplex virus tipe 2), penyebab umum herpes genitalis. Infeksi HSV tidak lagi terbatas pada kelompok berisiko tinggi (yaitu, orang dengan banyak pasangan seksual, atau orang yang memulai aktivitas seksual pada usia muda), namun meluas sampai ke populasi umum.

Gejala Herpes Simplex

Gejala herpes simplex dapat bervariasi dari satu individu ke individu lain. Infeksi pertama berlangsung lebih lama dan lebih berat, kira-kira 3 minggu dan sering disertai gejala lain seperti:

Demam. Ketika suatu bakteri atau virus memasuki tubuh, maka imun tubuh dalam hal ini sel darah putih mengenali virus berbahaya ini dan memulai usaha untuk melumpuhkan bakteri itu, dengan melepas berbagai jenis protein bernama cytokine. Beberapa macam cytokine mengakibatkan terbentuknya senyawa-senyawa prostaglandin. Hypothalamus di otak sangat peka akan prostaglandin ini, sehingga mengirimkan sinyal ke seluruh tubuh untuk menaikkan suhu. Ini dilakukan antara lain dengan mempercepat proses metabolilsme, atau menggetarkan otot-otot (menggigil) untuk menimbulkan panas yang berlebih. Karena itu demam bisa jadi indikasi terjadi perlawanan antara imun tubuh dengan virus yang memasuki tubuh.

Badan terasa lemas. Hal ini terjadi karena biasanya virus menyerang daerah tertentu pada organ tubuh.

Nyeri di sekitar mulut. Karena HSV tipe 1 menyerang daerah sekitar mulut, maka hal ini menyebabkan daerah disekitar mulut terasa nyeri.

Nafsu makan berkurang atau bahkan hilang. Sudah menjadi kebiasan umum bahwa ketika seseorang terserang penyakit, maka nafsu makan akan berkurang. Hal ini disebabkan oleh demam yang melanda. Ketika tubuh demam, lidah kehilangan rasa, karena itulah seseorang akan kehilangan minatnya pada makanan.

Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening. Pembengkakan kelenjar getah bening paling umum timbul di daerah leher. Kelenjar getah bening atau disingkat menjadi KGB termasuk dalam sistem pertahanan tubuh. Jika ada infeksi, maka kelenjar getah bening di sekitar tempat infeksi bisa membesar. Hal ini terjadi akibat meningkatnya aktifitas kelenjar melawan kuman atau virus yang masuk ke dalam tubuh. Dalam keadaan normal, umumnya kelenjar getah bening ini tidak teraba. Tapi pada orang yang kurus atau pada anak-anak kadang-kadang bisa diraba.

Selain gejala diatas, ada gejala utama lainnya yang berupa timbulnya gelembung-gelembung yang berkelompok di atas kulit yang sembab dan merah, berisi cairan jernih dan kemudian menjadi keruh, terkadang gatal dan dapat menjadi krusta. Krusta ini kemudian akan lepas dari kulit dan memperlihatkan kulit yang berwarna merah jambu. Gelembung-gelembung ini dapat timbul di tubuh bagian mana saja, namun paling sering timbul di daerah sekitar mulut, hidung, daerah genital dan bokong. Seringkali pada minggu pertama terjadinya gejala, sakit ketika kencing juga menjadi salah satu gejalanya, bahkan terkadang disertai sakit kepala. Setelah masa itu, penderita penyakit herpes simplex masuk dalam fase laten, karena virus tersebut sebenarnya masih terdapat di dalam tubuh penderita.

Penularan Penyakit Herpes Simplex

Penularan Secara Horisontal.
Transmisi secara horisontal terjadi ketika seorang individu yang seronegatif berkontak dengan individu yang seropositif melalui vesikel yang berisi virus aktif (81-88%), ulkus atau lesi HSV yang telah mengering (36%) dan dari sekresi cairan tubuh yang lain seperti salivi, semen, dan cairan genital (3,6-25%). Adanya kontak bahan-bahan tersebut dengan kulit atau mukosa yang luka atau pada beberapa kasus kulit atau mukosa tersebut maka virus dapat masuk kedalam tubuh host yang baru dan mengadakan multiplikasi pada inti sel yang baru saja dimasukinya. Dengan kata lain penularan secara horisontal ini adanya kontak kulit penderita penyakit herpes simplex dengan orang lain.gambar penyakit herpes simplex

Penularan Secara Vertikal.
Penularan secara vertikal penyakit herpes simplex terjadi ketika ibu hamil memiliki virus HSV-1 dan atau HSV-2. Apabila infeksi terjadi pada trimester I biasanya akan terjadi abortus (keguguran) dan pada bila infeksi terjadi pada trimester II akan terjadi kelahiran prematur. Bayi dengan infeksi HSV mempunyai angka mortalitas kurang lebih sekitar 60 % dan separuh dari yang hidup tersebut akan mengalami gangguan syaraf pusat dan mata. Infeksi primer yang terjadi pada masa-masa akhir kehamilan akan memberikan prognosis yang lebih buruk karena tubuh ibu belum sempat membentuk antibodi (terbentuk 3 sampai 4 minggu setelah virus masuk kedalam tubuh seseorang) untuk selanjutnya disalurkan kepada fetus sebagai suatu antibodi neutralisasi transplasental dan hal ini akan mengakibatkan 30 sampai 57% bayi yang dilahirkan terinfeksi HSV dengan berbagai komplikasinya.

Pencegahan Penyakit Herpes Simplex.

Pencegahan terhadap penyakit herpes simplek dapat dilakukan dengan menggunakan suatu barrier protection (kondom) untuk mencegah kontak dengan cairan genital yang mengandung virus. Kondom yang terbuat dari latek menyebabkan virus tidak dapat melaluinya serta kandungan spermatisid (nonoxynol-9) dapat membunuh virus secara invitro. Efektivitas kondom sebagai pencegah transmisi HSV atau penyakit kelamin lainnya hanya sekitar 25 %, karena keterbatasan kondom yang tidak dapat menutup semua bagian penis (batang penis) maka hal itu masih memungkinkan adanya kontak dengan cairan genital yang mengandung virus. Pencegahan kontak dengan saliva penderita HSV dapat dilakukan dengan menghindari berciuman dan menggunakan alat-alat makan penderita serta menggunakan obat kumur yang mengandung antiseptik yang dapat membunuh virus sehingga menurunkan risiko tertular.

Selain melakukan pencegahan di atas, untuk mencegah penyakit herpes simplex dan penyakit menular seksual lainnya, yang paling mudah adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang telah terinfeksi PMS (penyakit menular seksual). Namun hal ini tentunya tidak mudah dilakukan, karena itu bisa juga dengan melakukan cara-cara lain seperti :

  • Selalu menjaga kebersihan dan kesehatan organ genital (atau alat kelamin pria dan wanita) secara teratur.
  • Setia kepada pasangan. Kita tidak pernah tahu apakah pasangan seksual yang lain terinfeksi penyakit herpes simplex atau tidak.
  • Jangan lupa menggunakan kondom, bila pasangan kita sudah terinfeksi penyakit herpes simplex atau penyakit menular seksual lainnya.
  • Biasakan meminta jarum suntik baru setiap kali menerima pelayanan medis yang menggunakan jarum suntik. Selain bisa mencegah tertular penyakit herpes simplex, cara ini juga bisa mencegah penyakit yang lebih berbahaya seperti HIV AIDS dan penyakit hepatitis B.

Pemeriksaan Laboratorium Penyakit Herpes Simplex.

Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk menemukan virus herpes simplex yang ada di dalam tubuh. Pemeriksaan laboratorium terhadap virus herpes simplex sebagian besar dilakukan hanya untuk mereka yang terinfeksi HSV tipe 2. Sedangkan untuk mengetahui apakah luka yang diderita penderita herpes simplex ini akibat virus HSV atau bukan, maka tes yang lain perlu dilakukan. Tanda-tanda pada permukaan sel yang terinfeksi oleh virus herpes simplex akan diketahui dari hasil pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorum ini juga bisa mengungkap perbedaan antara HSV-1 dan HSV-2. Umumnya pemeriksaan laboratorium ini meliputi IGg dan IgM baik itu untuk HSV-1 maupun HSV-2
Pemeriksaan laboratorium yang paling sederhana adalah Tes Tzank diwarnai dengan pengecatan giemsa atau wright, akan terlihat sel raksasa berinti banyak. Sensitifitas dan spesifitas pemeriksaan ini umumnya rendah.

Bagaimana Metode Pengobatan Herpes Simplex yang dilakukan oleh Djamilah Najmuddin?

Dalam menangani keluhan penyakit pasien, kami tidak asal-asalan dalam mendiagnosa sebuah penyakit apalagi memberikan obat secara sembarang, juga pengobatan tradisional kami bukan dengan ‘jampi-jampi’ ataupun ‘tenaga dalam’. Pengobatan tradisional kami memiliki metode yang jelas. Dimulai dari awal pendaftaran si pasien hingga kontrol / check up kondisi si pasien dikemudian hari. Pada awal pendaftaran, pasien akan diminta hasil laboratorium mereka (dalam kasus ini adalah penyakit herpes simplex).

Kemudian si pasien akan diperiksa oleh kami, lalu diberikan ramuan obat-obatan tradisional Ny. Djamilah Najmuddin yang di racik pada saat itu juga untuk dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu. Dan untuk memastikan perkembangan penyakit pasien di kemudian hari, kami selalu menyarankan kepada pasien agar diperiksa kembali ke laboratorium mengenai kondisi kesehatannya. Hal ini kami lakukan agar si pasien pun mengetahui secara jelas dan pasti tentang kondisi tubuhnya dan untuk membuktikan bahwa pengobatan kami memberikan hasil yang nyata dan objektif. Alhamdulillah, hingga saat ini semua pasien yang telah berobat dan mau mengikuti semua arahan kami, ketika mereka diperiksa kembali di laboratorium, semuanya dinyatakan sembuh total dari penyakit yang diderita. Bahkan semua pasien herpes simplex kami, dalam satu paketpun telah mengalami banyak perubahan, terutama bagi pasien penderita herpes simplex yang telah menahun.

Secara garis besar, kami melakukan 3 tahap pengobatan:

Tahap Pertama dalam pengobatan tradisional djamilah najmuddin adalah pengobatan lambung atau pencernaan. Kenapa? Karena setiap orang yang menderita penyakit apapun, baik itu yang berat ataupun ringan, mayoritas lambungnya bermasalah. Lambung merupakan tempat pengolahan semua makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh manusia. Jika lambungnya bermasalah, otomatis organ-organ tubuh yang lainnya pun bermasalah. Sehingga walaupun pasien mengkonsumsi obat (baik itu obat tradisional ataupun obat kimiawi) tetap sulit akan sembuh apabila lambungnya bermasalah, karena lambung bagaikan ‘mesin’ di tubuh manusia yang memproses semua makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Tahap Kedua adalah penyembuhan penyakit yang diderita oleh pasien dalam kasus ini adalah penyakit herpes simplex. Setelah lambung pasien diperbaiki, maka kinerja obat tradisional untuk herpes simplex ramuan Ny. Djamilah Najmuddin pun akan bekerja secara optimal. Jadi janganlah heran apabila banyak dari mantan pasien kami yang mengidap virus herpes simplex sembuh total (baik IgG dan IgM nya negatif) walau hanya mengkonsumsi satu sampai dua paket ( ± 1 bulan pengobatan) obat tradisional herpes simplex. Kenapa? Karena lambung pasien dapat mencerna serta mengolah obat-obatan kami secara optimal, sehingga pengobatan pun berjalan dengan sempurna.

Tahap ketiga adalah pengembalian energi tubuh pasien. Tahap ketiga ini ditujukan untuk meningkatkan kembali energi pasien yang sudah drop akibat terserang suatu penyakit, untuk tahapan ketiga ini pengobatan kami dibantu dengan suplemen multivitamin alami yakni madu asli.

Kenapa Pasien Harus Datang Ke Balai Pengobatan Ny. Djamilah Najmuddin Di Bandung? Apakah Obat-Obatan Dapat Di Kirim Langsung Ke Alamat Pasien?

Hal yang pertama harus kami tegaskan adalah, kami bukan tukang obat atau agen penjual obat yang hanya menjual obat-obatan tanpa adanya pemeriksaan secara menyeluruh. Kami adalah Balai Pengobatan, yang dimana dalam menangani pasien tidak asal-asalan dan secara sembarangan. Kami mempunyai tanggung jawab ketika pasien datang ke Balai Pengobatan kami dengan harapan ingin mendapatkan kesembuhan, dan bagaimana mungkin kami dapat melayani secara maksimal apabila tidak bertemu dengan pasien yang bersangkutan?

Semua pasien pasti mempunyai keinginan untuk mendapatkan pelayanan yang maksimal, begitupun kami sebagai pelaku balai pengobatan. Kami mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan yang maksimal ke semua pasien, karena perubahan signifikan dan kesembuhan penyakit pasien adalah  prioritas kami.

Berapa Biaya Pengobatan Herpes Simplex Di Balai Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin?

Mengenai biaya pengobatan penyakit herpes simplex di Balai Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin dan apabila anda ingin berkonsultasi langsung dengan Ibu Djamilah, silahkan hubungi langsung di nomor telepon 022.6079822 atau klik halaman berikut ini untuk nomor telepon lainnya: Alamat Lengkap Balai Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin

6 Komentar

  1. 1-4-2013

    Saya qr, Kalaupun benar bisa menyembuhkan herpes simplex genitalis, berapa presentasenya? IGM pasti bisa berkurang, tetapi kalau IGG dan IGM negatif (sembuh total), apakah bisa? sejauh yg saya tahu, obat dokter pun dapat menurunkan kadar IGM, tetapi IGG tetap positif, karena virus bersembunyi di sumsum tulang belakang. dan akan kambuh apabila stress atau kelelahan.

    • 1-5-2013

      1. Selama pasien mengikuti anjuran semua metode pengobatan kami, hingga kini semua mantan-mantan pasien herves genitalis kami sangat puas dengan hasil laboratorium mereka setelah mengikuti metode pengobatan Ny. Djamilah Najmuddin.

      2. Apakah IgG HSV1 dan atau HSV2 bisa negatif? bukti hasil laboratorium di atas (Tn. YU) rasanya sudah sangat mewakili untuk menjawab pertanyaan saudara.

      Seseorang di vonis menderita penyakit herpes simplex apabila IgG dan IgM HSV1 dan atau HSV2 orang tersebut positif, apabila keduanya negatif (baik IgG dan atau IgM-nya), apakah masih bisa di vonis bahwa orang tersebut menderita penyakit herpes simplex? Tentu tidak!

      3. Apakah mantan pasien dapat tertular herpes simplex lagi? Bisa saja. Apabila pasien tersebut melakukan hal-hal yang dapat tertular kembali herves genitalis, contohnya, berciuman dan atau melakukan hubungan seksual dengan pengidap herves genitalis.

  2. 1-14-2013

    Yth Ibu Djamillah,

    Saat ini pacar saya terkena Herpes (Herpes Genital/HSV2) dan Lupus di saat yang bersamaan. Untuk herpes, ia telah berobat ke Dokter dan ke tempat Ibu. Sementara untuk Lupus, baru terdeteksi belakangan. Pertanyaan saya, apakah konsumsi obat dari dokter untuk penyakit Lupus dan obat herbal dari Ibu untuk Herpes bisa dikonsumsi secara bersamaan? Soalnya saat ini pacar saya tidak berani untuk mengkonsumsi obat herbal dari Ibu karena takutnya clash dengan obat Lupus dr dokter. Mohon tanggapannya segera. Terima Kasih….

    • 1-15-2013

      Alangkah baiknya pacar anda hubungi secepatnya ke Ibu Djamilah Najmuddin dinomor telpon 022.6079822. Jangan lupa beritahukan nomor pasiennya.
      Untuk kedepannya, apabila hendak konsultasi mengenai pengobatan, agar konsultasinya lancar antara pasien dan pengobat (Ny. Djamilah Najmuddin), lebih baik anda atau pacar anda menghubungi langsung melalui telepon. Terima Kasih.

      Admin.

  3. 2-15-2014

    assalamualaikum wbkth. sy remy dari msia, result laboritarium saya menunjukkan negatif tetapi dokter pakar memberitahu sy false negatif setelah membuat pemeriksaan teliti ke bahagian kemaluan. Jadi bagaimanakah caranya mahu kemukakan laporan lab ya. Dan bolehkah sy terus order kedua2 obat hsv1 dan hsv2? agak sukar utk ke indonesia krn tuntutan kerja dan ongkos belanja ke sana. Harap dpt komentar. emel saya eagle*****@yahoo.com

    • 2-19-2014

      Wa’alaikum salam. Wr.Wb.

      1. Mohon maaf berapa nomor kartu pasien anda?
      2. Seseorang dinyatakan mengidap virus herves simplex berdasarkan hasil laboratoriumnya (baik IgG dan atau IGM), apabila memang dokter spesialis di negara anda (malaysia), menyatakan bahwa hasil laboratorium anda adalah FALSE NEGATIF, bisa anda cek ulang ke laboratorium berbeda untuk lebih memastikannya. Dan coba anda melakukan second opinion ke dokter spesialis yang berbeda, apakah benar hasil laboratorium anda false negative atau bukan.
      3. Mohon maaf, obat-obatan kami tidak bisa di kirimkan ke luar negeri.

      Jawaban pertanyaan anda ini juga sudah kami kirimkan melalui email. Terima kasih atas kunjungannya, Salam Sehat selalu.

Komentar Seputar Pengobatan Penyakit Herpes Simplex

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Artikel Kesehatan Lainnya:close