SGOT dan SGPT merupakan enzim yang sangat terkait dengan kondisi kesehatan organ liver dalam tubuh kita, kedua enzim ini berada di dalam sel-sel organ hati (liver). Kedua enzim ini (SGOT dan SGPT) akan tumpah ke dalam aliran darah kita ketika terjadi luka (apapun penyebabnya) pada organ liver tersebut. Pada dasarnya enzim adalah protein yang terdapat pada seluruh tubuh yang masing-masing dari enzim ini memiliki fungsi yang unik bagi tubuh. Umumnya enzim membantu mengkalisasi reaksi kimia secara rutin yang dibutuhkan oleh tubuh agar sehat.

Hasil Laboratorium NY. Sri Astuti (Mantan Pasien Hepatitis B) Sebelum berobat

Hasil Laboratorium NY. Sri Astuti (Mantan Pasien Hepatitis B) Sebelum berobat

Aminotransferase adalah enzim hati yang paling sensitif dan digunakan secara luas. Aminotransferase terbagi kepada dua, yakni aminotransferase aspartat (AST atau SGOT) dan alanine aminotransferase (ALT atau SGPT). Enzim ini terkonsentrasi pada sel-sel hati (liver) kita. Ketika terjadi gangguan terhadap organ hati enzim ini ditumpahkan ke dalam darah oleh liver, dan dengan demikian terjadi peningkatan nilai enzim dalam darah kita. Peningkatan enzim (SGOT dan SGPT) dalam darah menunjukan adanya suatu penyakit yang merusak organ hati atau liver kita.

Enzim aspartat aminotransferase (AST) juga dikenal dengan nama serum glutamic oksaloasetat transaminase (SGOT) dan biasanya ditemukan dalam keragaman jaringan yang meliputi jantung, hati, ginjal, otak dan otot. Ketika salah satu dari jaringan ini rusak, maka dilepaskan ke serum. Misalnya, karena ganguang atau penyakit jantung atau dengan gangguan otot maka volume dalam serum meningkat. Jadi meningkatnya nilai SGOT dalam aliran darah bukan merupakan indikator tertentu dari luka hati. Bisa saja menjadi indikator penyakit lainnya.

Hasil Laboratorium NY. Sri Astuti (Mantan Pasien Hepatitis B) setelah berobat

Hasil Laboratorium NY. Sri Astuti (Mantan Pasien Hepatitis B) setelah berobat

SGPT (ALT) juga dikenal dengan nama serum glutamic piruvat transaminase (SGPT). Enzim ini mayoritas, terkonsentrasi di organ hati. Akan tetapi bukan berarti enzim ini hanya terdapat dalam organ hati, melainkan sebagian besar berada dalam organ liver. Walau demikian, mayoritas ketika nilai enzim SGPT (ALT) seseorang meningkat hal ini menjadi tolok ukur akan adanya penyakit pada organ liver atau hati kita.

Kisaran normal untuk AST (SGOT) adalah dari 5 sampai 40 unit per liter serum dan kisaran normal untuk ALT (SGPT) adalah 7-56 unit per liter serum. Ketika ada beberapa masalah dalam sel-sel hati atau oragn hati

maka kadar enzim tersebut meningkat. Peningkatan pada nilai enzim ini juga bisa disebabkan karena mengkonsumsi obat-obatan yang bersifat hepatoxic (melukai liver) atau keracunan bahan kimiawi. Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan juga bertanggung jawab untuk peningkatan kadar enzim tersebut.

Bagaimana solusinya apabila ternyata nilai SGOT dan SGPT saya tinggi? Hubungi kami secepatnya! Karena, suatu penyakit apabila di tunda pengobatannya semakin lama pula untuk menyembuhkannya. Obat-obatan tradisional Ny. Djamilah Najmuddin sudah terbukti ampuh secara laboratorium dalam menangani penyakit liver yang ditandai dengan meningkatnya nilai enzim SGOT dan SGPT tersebut. Untuk melihat secara jelas bukti-bukti hasil laboratorium mantan pasien kami, silahkan anda klik halaman berikut ini: Bukti hasil laboratorium pasien.

Apabila anda hendak berobat kepada kami, jangan lupa untuk menyertakan hasil laboratorium anda secara lengkap. Semoga bermanfaat, Salam sehat selalu.

Komentar Seputar Mengapa SGOT dan SGPT saya berlebih?

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Kesehatan Lainnya:close