Masalah infeksi pencernaan barangkali bukan termasuk penyakit berat, tetapi bisa sangat menggangu. Alangkah tak enaknya bila perut kerap terasa nyeri, kembung, diare atau sembelit ( susah buang air besar ). Obat mujarab untuk gangguan ini adalah gaya hidup sehat.

Sebal sekali bila gejala infeksi pencernaan mulai menyerang. Perut melilit sungguh tak nyaman, belum lagi buang air besar ( BAB ) sepertinya tak pernah tuntas. Belum lama keluar dari kamar kecil, eh rasanya ingin masuk lagi.

Keluhan itu datang terutama bila sedang ditimbuni banyak beban pekerjaan di kantor. Ditambah lagi, apabila selama ini tidak disiplin dalam menjalani pola makan yang sehat. Banyak mengkonsumsi kopi, cemilan yang kurang baik dan merokok.

Infeksi pencernaan merupakan gangguan pencernaan yang menyebabkan perut terasa nyeri, tidak nyaman, kram atau kembung, juga diare atau sembelit. Kondisi ini biasanya berjangka lama, tetapi cukup mudah dikendalikan.

Hingga saat ini penyebab pasti infeksi pencernaan belum diketahui. Diperkirakan akibat adanya salah komunikasi antara otak dan saluran pencernaan, sehingga otot-otot dalam pencernaan berkontraksi secara abnormal. Pada orang dengan infeksi pencernaan, tekanan pada pencernaanya terlalu keras atau tidak cukup kuat, sehingga makanan bergerak terlalu cepat atau terlalu lamban melewati usus, infeksi pencernaan biasa terjadi mulai usia 20 tahun dan entah mengapa lebih banyak dialami wantita ketimbang pria.

Cari Pemicunya
Gejala infeksi pencernaan yang utama adalah nyeri perut atau perut terasa tidak nyaman, sembelit atau diare perut kembung, terdapat lendir pada feses, buang air besar terasa tidak tuntas. Beberapa penderita infeksi pencernaan mengalami periode diare dan sembelit yang berganti-ganti. Namun, yang kerap terjadi, satu masalah lebih sering datang ketimbang yang lain, misalnya lebih sering diare daripada sembelit atau sebaliknya. Gejala yang muncul biasa lebih ringan atau lebih berat daripada sebelumnya, tetapi kondisi ini tak bakal berkembang menjadi penyakit serius yang mematikan.

Intinya infeksi pencernaan sangat bisa dikendalikan. Pengobatan akan disesuaikan dengan kebutuhan penderita dan biasanya diinfeksi pencernaankonsentrasikan pada perubahan pola makan dan gaya hidup, menghindari makanan pemicu gejala, serta mengelola stres.

Sejatinya tak ada makanan yang menyebabkan infeksi pencernaan. Namun, beberapa jenis makanan bisa membuat Anda merasakan memburuknya gejala infeksi pencernaan, misalnya makanan tinggi lemak dan kafein. Lemak dan kafein bisa membuat pencernaan mengalami kontraksi dan juga memicu kram.

Alkohol dan cokelat pun bisa memperparah gejala. Jika gas membuat masalah infeksi pencernaan memburuk, lebih baik jika menghindari makanan yang mengandung gas seperti kacang-kacangan (kacang merah, kacang pinto, garbanzo), dan beberapa macam buah seperti nangka, durian, cempedak.

Untuk memastikan makanan apa saja yang mengganggu pencernaan Anda, ada baiknya selama beberapa minggu Anda mengamatinya. Kalau sudah ketemu biang keladinya, jalan terbaik tentu hindari dulu mengonsumsi makanan itu.

Banyak orang yang mengalami masalah pencernaan bila minum susu, makan keju, youghurt dan produk olahan susu lainnya. Sekilas ini mirip infeksi pencernaan, meski belum tentu masuk kategori infeksi pencernaan. Bisa saja yang terjadi termasuk intoleransi laktosa atau tubuh tidak dapat mencerna laktosa atau gula susu. Jika ini terjadi, bisa diatasi dengan membatasi konsumsi susu beserta produk olahannya.

Serat bisa membantu karena meningkatkan kerja pencernaan. Ada dua jenis serat, yaitu serat larut dan serat tak larut. Serat larut membantu mengatasi diare dan sembelit. Makanan yang mengandung serat larut adalah apel, kacang-kacangan, jeruk.

Serat dalam sayuran yang disebut psyllium juga termasuk jenis ini. Serat tak larut yang antara lain terdapat pada roti gandum dan sayuran dapat membantu mencegah sembelit.

Pada orang yang tak biasa mengasup banyak serat, bila tiba-tiba menambah konsumsi serat, bisa menyalami perut kembung. Tambahlah diet serat secara perlahan, sedikit demi sedikit, juga mengonsumsi beragam makanan sumber serat.

Memang infeksi pencernaan bukan penyakit yang bisa bertambah parah seperti halnya penyakit kanker, tidak memerlukan tindakan operasi dan tidak memangkas panjang usia Anda. Namun, keadaan ini tentu harus dicarikan jalan keluar karena menggangu. Penderita terpaksa harus bolos kerja atau absen kuliah, lantaran diganggu diare, perut kram dan sebagainya.

Supaya Anda terbebas dari infeksi pencernaan cobalah segera memulai gaya hidup sehat, misalnya menganut diet sehat, mempelajari cara-cara rileksasi, serta menghindari makanan yang membuat gejala infeksi pencernaan memburuk.

Sedikit Tapi Sering
Gejala infeksi pencernaan bisa memburuk ketika penderita dilanda stres, bepergian jauh, atau terjadi perubahan rutinitas. Gejala juga akan memburuk jika penderita tidak cukup mengonsumsi makanan sehat atau setelah makan berat secara berlebihan.

Beberapa orang dengan infeksi pencernaan akan terganggu oleh jenis makanan tertentu. Wanita dengan infeksi pencernaan mungkin merasakan datangnya gejala lebih sering selama masa menstruasi.

Langkah terbaik untuk meminimalkan timbulnya gejala infeksi pencernaan yakni dengan diet sehat ini:

* Makan sedikit, tetapi sering. Lebih baik makan enam kali sehari dalam porsi kecil, sebagai pengganti makan tiga kali sehari langsung dalam porsi besar.
* Minum air putih setidaknya 8-10 gelas perhari.
* Mengonsumsi makanan tinggi serat juga dapat mengurangi gejala infeksi pencernaan, diantaranya roti gandung, sereal, jagung, beras merah, oat brain, bayam, brokoli, almond, kedelai, stroberi, jeruk, apel, pir, mangga, kismis, alpukat.
* Diet rendah lemak akan membantu mengurangi kontraksi pencernaan.
* Hindari permen karet karena membuat pencernaan anda menelan banyak udara.
* Batasi konsumsi kafein, alkohol, dan sorbitol (salah satu jenis pemanis) karena bisa memperburuk gejala infeksi pencernaan.

Satu Komentar

  1. 3-21-2013

    Artikelnya sangat bermanfaat.. terima kasih

Komentar Seputar masalah infeksi pencernaan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Artikel Kesehatan Lainnya:close