Ubi jalar termasuk bahan pangan tertua yang ditemukan manusia. Mula-mula dikenal di Amerika Tengah.

Christopher Columbus, membawa ubi jalar ini ke Eropa setelah pelayarannya yang pertama ke Dunia Baru sekitar tahun 1492. Di abad ke-16 ubi jalar dibawa oleh penjelajah Spanyol ke Filipina, kemudian oleh orang Portugis dibawa ke Afrika, India dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Di AS, ubi jalar disebut juga yam, merupakan sajian special pada perayaan Thanksgiving. Biasa disantap bersama marshmallow leleh, melapisinya dengan gula merah atau mentega.ubi jalar

Padahal, makan ubi tanpa campuran apapun justru lebih lezat dan lebih kaya nutrisi. Untuk mendapatkan keutuhan nutrisinya, masaklah ubi dengan cara dipanggang. Pilih ubi yang berwarna cerah dengan kulit yang halus dan bersih.

Manfaat Ubi Jalar: penelitian terakhir menemukan bahwa ubi jalar mengandung antioksidan poten dari jenis glutation. Itu sebabnya ubi mampu melawan kerusakan sel yang dapat mengakibatkan kanker serta berbagai penyakit lain.

Ubi disebut juga makanan antidiabetik karena seratnya berguna untuk menurunkan kadar gula darah. Studi pada binatang menunjukkan ubi jalar membantu menstabilkan kadar gula darah dan menurunkan resistensi insulin.

Selain itu ubi jalar juga sanggup mencegah hipertensi dan mengatur tekanan darah, mencegah dan mengatasi anemia, mencegah cacat bawaan, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, meningkatkan kesuburan pada pria, serta memperbaiki daya ingat.

Warna orange terang pada ubi menandakan bahan pangan ini kaya akan betakaroten. Ubi jalar juga menyumbang rata-rata 28 miligram vitamin C, hampir separuh dari kebutuhan harian yang dianjurkan RDA (Recommended Dietary Allowance).

Vitamin E dalam ubi termasuk tinggi, sehingga dapat menangkis ancaman kanker dan menjaga jantung tetap sehat. Karena ubi berisi karbohidrat kompleks yang tinggi, sehingga baik untuk membantu mengontrol berat badan.

Kandungan gizi Ubi Jalar: vitamin A, vitamin C, mangan, serat, potassium, vitamin B6.

Ingat: ubi jalar mengandung oksalat yang bila mengkristal bisa menyebabkan munculnya batu di ginjal. Penderita batu ginjal sebaiknya membatasi konsumsinya. Oksalat juga bisa menghambat penyerapan kalsium. Jika ingin menyantapnya, sebaiknya 2-3 jam sebelum atau sesudah mengkonsumsi makanan yang mengandung kalsium cukup tinggi.

Komentar Seputar Manfaat Ubi Jalar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Artikel Kesehatan Lainnya:close