Bandung- Galamedia 2013.

Masyarakat sebaiknya menghindarkan minuman beralkohol apalagi yang dicampur zat lain (oplosan), karena tidak saja bisa menimbulkan berkurangnya kesadaran, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Dokter muda M. Ridlo Najmuddin saat dimintai pendapatnya oleh klik-galamedia.com, Sabtu (17/8/2013) mengatakan, kebanyakan masyarakat, khususnya kaum remaja tidak mengetahui efek buruk dari minuman beralkohol yang dimasyarakat dikenal dengan sebutan minuman keras (miras).

“Sehingga tak jarang sensasi yang diharapkan dari penenggak miras kerap kali tidak diperitungkan dengan kemampuan tubuh menyerap alkohol apalagi yang oplosan. Padahal, ketidakmampuan tubuh menyerap zat yang mengandung alkohol ini dalam dosis tertentu bisa menyebabkan kematian,” ujarnya menanggapi banyaknya korban jiwa akibat menenggak miras di kawasan Cicalengka dan Rancaekek.

Kata dr. Ridlo, kemampuan tubuh menyerap minuman beralkohol tiap orang tidaklah sama. “Ada yang baru minum satu sloki sudah mendapatkan efek mabuk, namun tak sedikit yang mabuk setelah meminum beberapa gelas minuman berakohol,” ujar putra bontot pasangan H. Cecep Najmuddin dan Hj. Djamilah ini.

Dikatakan dr. Ridlo, Kebiasaan minum minuman keras dalam jumlah banyak dan dalam jangka panjang dapat pula menimbulkan kerusakan pada hati (kanker hati atau cirrhosis hepatis), otak, jantung, pankreas, lambung, impotensi, dan pembesaran payudara pada pria. “Kerusakan permanen pada otak dapat menyebabkan gangguan daya ingat, gangguan kemampuan belajar, dan gangguan jiwa tertentu,” ungkapnya.

Kenapa alkohol bisa menyebabkan kematian?

Alkohol yang diminum dalam dosis tinggi, ungkap dr. Ridlo, apalagi dicampur dengan obat tertentu yang memiliki efek samping mengantuk seperti antihistamin atau antialergi seperti kombinasi obat batuk, pilek akan bertambah berat. Alkohol akan masuk hati melalui aliran darah, kemudian menekan pernafasan karena kerja otak juga terganggu. Kalau nafas sudah terganggu suplay oksigen juga terhambat, akibatnya kerja jantung juga terganggu.
miras oplosan
Alkohol yang tinggi kalori rendah lemak apabila diserap tubuh, kata dr. Ridlo, juga akan mempengaruhi hampir setiap sitem organ dan di dalam dosis tinggi. Alkohol mempengaruhi beberapa system saraf, termasuk opiate, GABA, glutamate, serotonin dan dopamine, dan sistem metabolisme di dalam tubuh manusia.

“Alkohol (etanol) mempunyai sifat menekan aktivitas susunan saraf pusat. Dalam jumlah sedikit, mula-mula alkohol akan menekan pusat pengendalian diri. Oleh karena itu, rasa malu peminum minuman keras akan berkurang, sehingga peminum lebih berani berbicara, merasa santai, dan tidak merasakan kecemasan. Dalam jumlah yang lebih banyak, peminum akan merasakan efek ngantuk, kemampuannya menilai sesuatu akan berkurang untuk sementara waktu. Dalam jumlah yang lebih banyak lagi dapat menyebabkan koma, bahkan kematian,” tandas dr. Ridlo.

Bahkan, bagi wanita yang sedang hamil, terutama pada masa awal kehamilan, minum menuman yang mengandung alkohol lebih berbahaya lagi. “Pada usia kandungan sampai 3 minggu, wanita hamil yang mengkonsumsi minuman beralkohol akan menyebabkan cacat fisik atau mental bayi yang dilahirkannya nanti,” pungkasnya.

sumber: http://www.klik-galamedia.com/dr-ridlo-miras-bisa-rusak-organ-tubuh

Komentar Seputar Kenapa Miras Oplosan Berbahaya?

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Artikel Kesehatan Lainnya:close