Virus hepatitis C adalah virus hepatitis yang paling ganas jika dibandingkan dengan virus hepatitis lainnya seperti virus hepatitis A atau virus hepatitis B. Bila tidak ditangani dengan baik, virus hepatitis C yang menyerang tubuh bisa berkembang menjadi hepatitis kronis dan kemudian sirosis hati yang adalah pengerasan pada organ hati.

Sayangnya, biasanya virus hepatitis C baru terdeteksi setelah penderita mengalami gangguan yang cukup parah dari dalam tubuhnya, sehingga yang terjadi adalah penderita yang sudah terinfeksi virus hepatitis C sulit untuk tertolong secara medis atau bertahan hidup lagi. Memang, virus hepatitis C tidak bisa langsung dideteksi secara kasat mata sehingga bila ingin mengetahui apakah seseorang terinfeksi oleh virus hepatitis C ini atau tidak, maka orang tersebut harus melakukan pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu. Secara kasat mata, tak ada perbedaan yang signifikan antara orang yang terinfeksi virus hepatitis C dengan orang normal pada umumnya.

virus hepatitis C

Karena virus hepatitis C ( HCV )lebih ganas dibanding virus hepatitis B ( HBV ), maka jika tidak disadari keberadaannya di dalam tubuh, bisa berkembang menjadi hepatitis C kronis. Sebagai contoh dikatakannya, terkadang SGOT dan SGPT penderita virus hepatitis C memperlihatkan rentang normal atau hanya sedikit meningkat, padahal sesungguhnya organ hati si penderita sudah digerogoti virus hepatitis C ( HCV ) dan sudah terbentuk fibrosis (parut). Jaringan parut tersebut jika makin banyak akan menjadi sirosis yang menyebabkan jaringan hati yang sehat yang tersisa tidak mampu melakukan fungsi metabolism, detoksifikasi, dan fungsi-fungsi hati lainnya. Karenanya, banyak penderita hepatitis C yang tidak terdiagnosis, padahal di dalam tubuhnya sudah banyak menetap virus hepatitis C yang berpotensi menular kepada orang lain tanpa disadarinya, juga berpotensi berkembang menjadi hepatitis C kronis. Sebagai infeksi yang “terselubung” biasanya infeksi virus hepatitis C ditemukan saat skrining tes kesehatan ketika melamar pekerjaan.

Dari mana asal virus hepatitis C?

Bagaimana bisa seseorang terserang virus hepatitis C?

Virus biasanya menyerang seseorang yang memiliki kondisi fisik yang lemah atau sistem kekebalan tubuhnya kurang. Itu sebabnya virus hepatitis C biasanya menyerang seseorang yang memiliki aktivitas berat dan tidak teratur dalam mengkonsumsi makanan. Biasanya seseorang yang terserang virus hepatitis C akan mengalami gejala-gejala seperti di bawah ini:

1. Nafsu makan rendah bahkan tidak ada sama sekali walau sudah dipaksa

2. Cepat merasa lelah, dari yang awalnya biasa-biasa saja hingga menjadi mudah sekali lelah

3. Warna urine pekat dan kelam atau tidak normal

Meski untuk lebih meyakinkan seseorang, sudah seharusnya bila orang yang merasa terdeteksi virus hepatitis C tersebut langsung memeriksakan diri ke laboratorium.

Perlu diketahui bahwa seseorang yang sudah positif terinfeksi virus hepatitis C akan memiliki kemampuan untuk menularkan virus hepatitis C nya tersebut dalam waktu dua minggu setelah terkena serangan. Proses penularan bisa melalui beberapa hal berikut ini, di antaranya: berhubungan suami istri tanpa pengaman (kondom) yang salah satu pasangannya terinfeksi virus hepatitis C, ibu bayi kepada anaknya ketika menyusui walau sebenarnya kemungkinan untuk tertular tidak begitu besar, transfusi darah atau luka, dan penularan melalui alat-alat pribadi yang dipakai bersama.

informasi virus hepatitis C

Selanjutnya adalah bagaimana cara mencegah virus hepatitis C agar tidak menyerang tubuh kita? pencegahan terhadap virus hepatitis C dapat kita lakukan dengan berbagai cara, diantaranya:

1. Saat masih balita pastikan bahwa kita sudah pernah mendapatkan imunisasi hepatitis (walaupun hingga kini belum ada vaksin hepatitis C akan tetapi, dengan diberikannya vaksin hepatitis B hal ini mengurangi resiko tertular hepatitis C)

2. Perhatikan makanan yang kita makan. Usahakan agar selalu mengkonsumsi makanan sehat untuk menghindari virus hepatitis C

3. Jangan beraktivitas berlebihan yang menyebabkan tubuh menjadi terlalu lelah karena hal tersebut akan membuat organ hati kita bekerja ekstra keras sehingga membuat kondisinya lemah. Hal ini akan membuka peluang bagi virus hepatitis C untuk bisa dengan mudah masuk ke dalam tubuh.

4. Jangan biasakan untuk memakan makanan yang belum matang atau setengah matang. Kita tak pernah
tahu apakah makanan yang setengah matang tersebut sudah steril atau masih ada kumannya. Kuman-kuman dalam makanan yang kita masak tidak sampai matang itulah yang aku mengganggu hati kita.

5. Secara berkala periksakan diri kita ke laboratorium (General Check Up) untuk mengetahui apakah kondisi kita sehat dan prima atau sebaliknya. Deteksi dini akan memudahkan kita untuk sembuh. Sebaliknya, bila kita tak pernah mendeteksi dan tiba-tiba kondisi tubuh sudah kronis karena digerogoti virus hepatitis C maka persentase untuk sembuh total akan kecil bagi kita.

Komentar Seputar Informasi Seputar Virus Hepatitis C

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Artikel Kesehatan Lainnya:close