Manfaat terbaik dari jus hanya bisa diperoleh dari jus segar buatan sendiri. Jus yang sudah diolah, dan dijual di toko atau melalui agen penjualan jus, telah kehilangan zat-zat bermanfaatnya. Malahan mungkin ke dalamnya ditambahkan zat aditif dari bahan sintetis yang justru tidak bermanfaat untuk kesehatan. Baik itu jus olahan jeruk, jus apel, jus kulit manggis, dan jus olahan lainnya.

Jus segar berisi enzim dan kandungan zat “hidup”. Enzim dalam jus ini tidak tahan panas, sehingga jus yang telah melalui proses pasteurisasi tidak mengandung enzim ini. Vitamin dan mineral di dalam jus olahan juga sudah jauh berkurang. Ini terbukti dari sebuah penelitian di Amerika Serikat yang membandingkan efek antivirus yang terkandung dalam jus apel segar dengan jus olahan. Hasilnya, aktivitas antivirus hanya ditemukan di jus apel segar. Pasteurisasi pada jus olahan menyebabkan enzim yang berguna untuk aktivitas antivirus mati.

Supaya jus segar bermanfaat secara optiomal, harus segera diminum begitu selesai dibuat, tidak boleh disimpan terlalu lama. Buah dan sayuran akan kehilangan kandungan zat gizinya bila dimasak dan dibiarkan terbuka kena udara terlalu lama. Contohnya, irisan mentimun akan kehilangan vitamin C sebanyak 41-49 persen bila dibiarkan begitu saja selama 3 jam. Bila tidak memungkinkan untuk segera meminumnya, simpan jus di dalam termos atau wadah yang tertutup rapat di dalam kulkas.

Hati-hati pula dengan gula yang terkandung dari jus buah-buahan. Meski gula alami dari buah itu sendiri, batasi konsumsi jus sehari-hari dan jangan terlalu banyak. Penderita hipoglikemia, gout dan diabetes harus hati-hati dengan rasa manis jus dan sebaiknya berkonsultasi dengan ahli pengobatan sebelum memasukkan jus dalam menu harian. Salah satu cara untuk menyiasati kandungan gula ini adalah menyantap makanan bersama dengan jus. Langkah ini akan memperlambat penyerapan gula. Dan jangan lupa minum segelas air putih.

Gizi Komplet Dalam Segelas Jusmanfaat jus alami

Apa saja kandungan zat gizi dalam segelas jus?:

1. Jus segar memberikan protein, karbohidrat, asam lemak esensial, serta vitamin dan mineral yang dengan mudah dapat diserap tubuh.

2. Jus buah dan sayuran segar kaya akan potasium dan rendah sodium. Keseimbangan seperti ini berperan penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah jantung dan mencegah kanker.

3. Jus memiliki enzim yang penting untuk saluran pencernaan dan penyerapan zat gizi makanan.

4. Jus dari sayuran dan buah warna hijau, merah, ungu, dan kuning mengandung antioksidan kuat jenis karoten yang berguna untuk menetralkan sel kanker akibat radikal bebas dan memperpanjang usia harapan hidup.

5. Bromelain dalam jus nanas bermanfaat mengurangi artritis, mencegah bengkak setelah trauma, mengurangi sinusitis dan nyeri tenggorokan, serta menurunkan nafsu makan.

6. Flavonoid yang terdapat dalam jus buah dan sayuran bermanfaat antiperadangan, antialergi, antivirus dan antikarsinogenik atau menghalau zat-zat yang potensial menyebabkan kanker.

7. Asam elagik yang terdapat dalam buah stroberi bermanfaat antikanker.

8. Zat proanthocyanidin dalam jus buah kranberi bermanfaat menghentikan perlekatan bakteri berbahaya yang ada di dinding buli-buli, sehingga bermanfaat menurunkan risiko terjadinya infeksi saluran kemih.

9. Kandungan bioflavonoid dalam tomat bermanfaat memperkuat pembuluh kapiler, sehingga menjamin tidak terbentuknya kantong berair di kulit alias selulit. Selain itu, likopen dalam tomat juga merupakan antioksidan kuat yang terkait dengan penurunan risiko kanker prostat.

Rahasianya Ada Pada Flavonoid

Flavonoid adalah zat yang umum terdapat dalam sayur dan buah. Jus, herbal, dan pollen diketahui berkhasiat obat berkat kandungan flavonoidnya. Flavonoid berfungsi sebagai pelindung terhadap stres dari lingkungan seperti zat penyebab alergi, virus atau zat penyebab kanker.

Dengan kata lain molekul flavonoid ini adalah zat antioksidan aktif yang bila dikonsumsi tubuh bisa membantu melawan berbagai oksidan dan radikal bebas penyebab penuaan, kanker, jantung dan penyakit degeneratif lainnya.

Sel radikal bebas dihasilkan dari proses metabolisme seperti pembentukan energi, reaksi detoksifikasi, dan mekanisme kekebalan tubuh. Oksigen yang kita hirup sehari-hari banyak mengandung zat beracun yang merusak sel tubuh kita. Sel radikal bebas alami ini masih ditambah radikal bebas dari lingkungan seperti asap rokok, obat kemoterapi, pestisida, asap polusi kendaraan, makanan gorengan, alkohol, dan sebagainya. Semua zat itu menekan mekanisme antioksidan di dalam tubuh.

Timbunan sel radikal bebas di pembuluh darah dapat menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah dan memicu penyakit jantung dan sel-sel radikal bebas di kulit dapat menyebabkan penuaan dini.

Tak heran, jus amat bermanfaat untuk menjaga kulit agar tetap cantik dan awet muda, karena kandungan antioksidan yang mampu mengusir sel radikal bebas. Selain itu, kulit jadi tampak lebih cerah dan berseri-seri dengan konsumsi jus secara teratur.

Zat flavonoid dalam sayur dan buah juga bermanfaat untuk mengatasi keluhan persendian seperti rematoid artritis, gout atau pembengkakan yang melibatkan tulang dan persendian. Flavonoid ini memperkuat jaringan penyangga kolagen, yang ditemukan di otot dan jaringan persendian tulang.Flavonoid juga mencegah kerusakan akibat radikal bebas di daerah tersebut. Jadi, apakah anda masih suka mengkonsumsi jus olahan?

Satu Komentar

  1. 12-14-2012

    jus yang diawetkan atau dimasukan dlm termos atau kulkas mmang diragukan kasiatnya karna bnyak penguapan

Komentar Seputar Hati-hati Dengan Jus Olahan!

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Kesehatan Lainnya:close